Pemerintah Kucurkan Hibah Rp 119 Miliar untuk Air Minum dan Sanitasi E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 22 June 2010 09:52
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengucurkan dana hibah sebesar Rp 119 miliar untuk air minum dan sanitasi ke 29 kota di Indonesia.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui, akses pelayanan dibidang air minum dan sanitasi masih jauh dari target MDGs. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut pemerintah harus berupaya keras untuk memenuhinya. Dukungan pemerintah terhadap program ini berupa program penyehatan bagi  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berupa pinjaman bersubsidi kepada pihak bank.
“Karena masih jauh dari target. Sehingga perlu upaya keras agar ketertinggalan bisa terpenuhi,” tegas Djoko Kirmantom, usai menyaksikan penandatangan pemberian bantuan hibah kepada 29 Walikota dan Bupati di bidang Program Air Minum dan Air Limbah di Jakarta .
Menteri PU menilai bantuan hibah yang diberikan Pemerintah Australia (USAID) kepada Indonesia senilai 60,5 juta dolar Australia untuk periode setahun (11 Juni 2011) dimaksudkan untuk memberikan pelayanan akses air minum dan sanitasi kepada masyarakat yang lebih baik. Pola bantuan program ini dinilai Menteri PU merupakan yang pertama diterapkan di Indonesia
Pasalnya, pihak Pemda (Bupati/Walikota) menyiapkan program akses sambungan air minum dan air limbah perpipaan yang diprioritaskan bagi masyarakat penghasilan rendah menggunakan biaya APBD. Setelah program dinyatakan berhasil dana yang dikeluarkan Pemda diganti dengan dana hibah. Menurut Menteri PU, bila program itu nantinya berjalan baik maka tidak menutup kemungkinan nilai bantuan serupa akan ditingkatkan ditahun-tahun berikutnya.
“Kami optimis melalui dukungan pemerintah dan bantuan hibah yang diberikan Australia, target MDGs yang saat ini masih tertinggal akan bisa terpenuhi,” tutur Djoko Kirmanto.
Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono menyatakan, pihaknya segera meneruskan hibah Australia untuk program air minum dan air limbah kepada 29 kota di Indonesia. Dan hibah senilai AUD 25 juta (tahap pertama) akan digunakan untuk membangun 42.300 unit Sambungan Rumah (SR) air minum dan bagi  kota-kota yang telah memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat.
Budi Yuwono menilai, program ini  sebagai insentif dan motivasi Kepala Daerah agar lebih serius meningkatkan pelayanan disektor air minum dan air limbah di daerah masing-masing. Selain itu, penerapan konsep output based dalam program ini terbilang bagus untuk diterapkan di wilayah lain. (*)